Mt. Tambora caldera wall

Selected for Google Maps and Google Earth

Comments (9)

Bert Lanting Fotogra… on July 10, 2009

Wauw, ini gunung yang punya hal ihwal benar luar biasa... Dalam berapa tahun seluruh dunia dapat warisan letusannya......

Anda suka mendaki juga yaaa!!!

Kanenori Miura on July 10, 2009

Terima kasih atas komen-komen Anda pada foto saya. Ya, saya suka alam, pegunungan maupun peraian. Saya ingin berfoto Gn. Merapi seperti foto Anda. Saya pikir foto Anda cukup menarik dan bagus tampa bulan. Mari kita kadang-kadang berkumunikasiya!

theverbiage on January 22, 2010

Incredible colors!

Mykhail Pavliuk on December 8, 2010

Senang berkenalan dengan kalian mas Miurak dan Bert Lanting! Soalnya saya juga sangat bergila-gila dengan gunung berapi2 Indonesia dan pada waktu kunjungan nya mendaki banyak gunungnya.Salah satunya juga adalah Tambora.Yang saya tertarik itu untuk menurungi ke bawah kawahnya.Apakah itu bisa?Atau mendaki nya dari sisi timur dan mengitari bibir kawahnya turun ke Calabai seperti biasannya lakukan?apakah kalian punya informasi?

Kanenori Miura on December 8, 2010

Terima kasih pak Miles atas pertanyaan Anda. Saya mendengar bahwa suatu klub pemandu di Calabai pernah menurun ke kawah Tambora, tetapi ini tidak mungkin tampa dukungan mereka. Kemudian, saya belum mendengar ada orang pernah berkeliling atas bibir kawah itu. Dari peta sekala 1/25,000, terlihat ada tempat sangat curam di bagian utara dan bagian selatan. Oleh karena itu, seharusnya membawa alat-alat panjat tebing, selain banyak air. Saya pernah mendengar bahwa ada beberapa jalur pendakian gunung itu. Dari selatan, Anda dapat memakai mobil sampai tempat cucup tinggi, dan jalan beberapa jam dapat sampai bibir kawah selatan. Pada umumnya, orang mendaki gunung itu dari Pancasila. Kalaupun mendaki, atau menurun gunung itu, seharusnya memakai guide lokal, karena jalu itu tidak jelas khusus dalam hutan. Biayanya dapat nego, tetapi tidak mungkin begitu murah. Semoga berkenan....salam hangat..Kanenori Miura

Mykhail Pavliuk on January 31, 2011

Terimakasih pak Miurak untuk informasi anda walaupun saya jawab telat.Waktu saya mendaki Tambora pada tahun 2007 saya ambil jalur Calabai(Pancasila)dan tidak pakai jasa pemandu sampai puncak Tambora.Ya,waktu itu lintasannya khususnya di daera hutan terkadang tertutup oleh rerumputan dan semak berduri,linta2 dan pohon jatuh...Waktu itu saya mencoba mengitari kawah,tapi paling sampai titik selatan dan menhadapi dengan kecuraman itu makanya terpaksa pulang.Tidak lama sejak waktu itu di bikin jalan kendaraan dari arah selatan itu jadi namun sedikit kehilangan kemenarikan,tapi bisa sampai kawahnya lebih nyaman dan santai.Tapi,menurut pendapat saya yang sederhana itu mengurangi kemenarikan untuk treking ke gunungnya

蒂芙尼.林 on March 23, 2013

stunning capture and so nice scenery Like

best wishes for you miurak3

regards from Tiffany Liem

Kanenori Miura on March 24, 2013

Thank you Tiffany. I still remember the morning on the rim of Mt. Tambora crater. One of my strong motivation for photography is to want to share such experiences I encounter. I enjoy your photo too. Best wishes, Kanenori Miura from Japan.

Akanna on January 12, 2014

Stunning capture! The landscape of the caldera wall and the soft light on it is breathtaking!

Sign up to comment. Sign in if you already did it.

Kanenori Miura
Yao\u002Dshi, Osaka Japan

Photo taken in Kawinda Toi, Tambora, Bima, West Nusa Tenggara, Indonesia

Photo details

  • Uploaded on June 6, 2009
  • © All Rights Reserved
    by Kanenori Miura
    • Camera: Canon EOS 5D Mark II
    • Taken on 2009/05/16 04:43:46
    • Exposure: 30.000s
    • Focal Length: 16.00mm
    • F/Stop: f/5.600
    • ISO Speed: ISO100
    • Exposure Bias: 1.00 EV
    • No flash

Groups