Banten

Selected for Google Maps and Google Earth

Comments (1)

Asep Saepullah on December 17, 2011

Bangunan masjid yang terletak sekira 10 km sebelah utara Kota Serang ini merupakan peninggalan Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570), putera pertama Sunan Gunung Jati. Konon, pembangunan Masjid Agung Banten bermula dari instruksi Sunan Gunung Jati kepada Hasanuddin untuk mencari sebidang tanah yang masih suci untuk pembangunan Kerajaan Banten. Hasanuddin lalu shalat dan bermunajat kepada Allah agar diberi petunjuk tentang tanah yang dimaksud ayahandanya. Setelah berdo’a, spontanitas air laut yang berada di sekitarnya menyibak menjadi daratan. Selanjutnya, Hasanuddin mulai mendirikan Kerajaan Banten beserta komponen-komponen lainnya, seperti alun-alun, pasar dan masjid agung.

Dalam pembangunan masjid agung, salah satu arsiteknya adalah Raden Sepat. Raden Sepat dari Majapahit, kemudian membangun Masjid Demak, Cirebon dan Masjid Banten Lama ini. Selain itu Masjid Agung Banten juga memiliki salah satu kekhasan yang tampak yaitu atap bangunan utama yang bertumpuk lima, mirip pagoda China. Ini adalah karya arsitektur China yang bernama Tjek Ban Tjut. Selain itu pula masjid Agung Banten ini memiliki paviliun yang di rancang oleh arsitek Belanda Hendrik Lucasz Cardeel pada abad 18 yang berfungsi sebagai ruang pertemuan penting. Dengan dirancang oleh arsitek-arsitek hebat dari berbagai negara itulah yang menjadikan masjid Agung Banten menjadi seperti yang ada sekarang.

Sign up to comment. Sign in if you already did it.

Photo taken in Banten, Kasemen, Serang City, Banten, Republic of Indonesia

Photo details

  • Uploaded on December 17, 2011
  • © All Rights Reserved
    by Asep Saepullah
    • Camera: LG_Electronics GW300
    • Taken on 2000/01/01 00:00:00

Groups