onedimify
65
photos
62
on Google Maps
views
None

onedimify's conversations

Monumen Palagan Bojongkokosan adalah monumen tempat penghadangan para Pejuang Kemerdekaan RI terhadap tentara sekutu, yang datang dari arah Bogor menuju ke Sukabumi, dengan kekuatan satu batalayon. Terjadi dua kali pertempuran, pertempuran pertama tanggal 2 Desember 1945 tidak menimbulkan banyak korban tetapi pertempuran kedua, minggu tanggal 9 Desember 1945 merupakan pertempuran yang menelan banyak korban dikedua belah pihak.

Bang Buyung kenapa di navigasinet versi navnetGarminv228-NT candi jiwa ini tidak dimasukan padahal kalau tidak salah pada versi terdahulu sudah ada.dan pada menu daftar di navigasi.net menu pilih kabupaten kota tidak ada pilihannya, terimakasih Bang.

lg kecil kesini sekali

Monumen Rawagede lokasinya terletak di pinggir sebelah utara jalan, Dusun Rawagede, Desa Rawagede, Kecamatan Rawamerta. Komplek monumen berpagar tembok. Lingkungan di sekitar monumen berupa perkampungan dan persawahan. Bangunan monumen yang dibangun mulai November 1995 dan diresmikan pada 12 Juli 1996 ini terdiri dua lantai. Pada ruang lantai bawah terdapat diorama peristiwa pembantaian warga oleh tentara Belanda. Dinding luar bagian bawah dihias relief yang menggambarkan peristiwa perjuangan rakyat Karawang. Makam pahlawan di bagian belakang diberi nama Sampurna Raga. Di samping timur jalan masuk makam pahlawan terdapat data korban peristiwa tindakan militer Belanda di Rawagede. Jumlah korban tersebut terdiri peristiwa 9 Desember 1947 sebnyak 431 orang, kurun waktu antara Januari sampai Oktober 1948 sebanyak 43 orang, dan korban pada kurun waktu Juli sampai November 1950 sebanyak 17 orang. Dari sekian korban tersebut yang dimakamkan di taman makam pahlawan Sampurna Raga sebanyak 181 orang. Peristiwa tragis Rawagede terjadi pada 9 Desember 1947 dimulai sekitar pukul 4 subuh. Ketika itu di saat hujan turun dengan lebatnya, militer Belanda melakukan penggeledahan ke rumah-rumah penduduk. Setiap yang ditemuakn terutama laki-laki dikumpulkan di tanah lapang. Mereka ditanya tentang keberadaan para pejuang yang menyembunyikan Bapak Kapten Lukas Kustaryo selaku Danki Resimen VI Jakarta. Semua warga tidak ada yang menjawab sehingga terjadi pembantaian oleh militer Belanda. Monumen ini sekarang dikelola oleh Yayasan Rawagede di bawah pimpinan Bapak K. Sukarman HD. (Sumber : Bidang Kebudayaan, Disparbud Jabar)

Like

Voted

Good luck in the contest.

Best regards

Penghargaan Kalpataru Tingkat Nasional (Kategori Penyelamat Lingkungan tahun 2002)

Results restoration in 1978-1982 (APBN), by the West Java Regional Office of National Education cq Bidang Permuseuman, Sejarah dan Kepurbakalaan.

Site Cibuaya began to emerge, after in 1951, Warsinah Cibuaya villagers found a statue whose height 63 cm with a standing position (samapada-sthanaka). Based on the analysis of Jean Boisseler (1959) statue is a statue wisnu with 4 of his hand, allegedly came from the 8th century or 9 M., called the statue of Vishnu Cibuaya 1. In 1957, Saryu (H. Ansori) reported the discovery of a statue called the Statue Vishnu Cibuaya 2, which he invented in 1930. This statue allegedly came from the 9th century AD Research conducted by the Research Center for Arkenas (Pusat Penelitian Arkeologi Nasional)(Indonesia)(1994) have successfully shown a building using a layer of plaster on the walls of the building is white, made from a mixture of crushed sea shells. Furthermore, based on research results indicate that the site Cibuaya, until recently has recorded at least 7 or Unur mound (mound containing the ruins of the old structure). The site is set in the Hindu religion, in contrast with the background Batujaya Site Buddhism with the chronology of the 4th century AD.

In 1997 the Archaeological Institute of Bandung in cooperation with the National STT Yogyakarta and Tennessee University (USA) conducted research in the area Tambaksari and scaffolding. The study was continued in 1999, conducted by the Center for Archaeological Bandung in cooperation with the National STT (Yogyakarta), Tennessee University (USA), Anburn University (USA) and the Directorate of Geology (P3G). At a depth of 7m was found: a series of ancient human tooth fossils (Pithecanthropus), fossil teeth of ancient hippopotamus (Hippopotamus sp.), etc.

Candi Bojongmenje tidak sengaja ditemukan oleh Ahmad Muhammad bersama kawan-kawannya pada 19 Agustus 2002. Penemuan ini kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan kegiatan penggalian (ekskavasi). Hasil dari ekskavasi ini adalah kaki candi berbentuk bujur sangkar dengan ukuran sekitar 6 x 6 meter, serta temuan lainnya berupa yoni yang gagal dibuat, fragmen gerabah, dan kotak batu dari batuan tufa. Temuan yoni sebagai lambang Dewa Siwa menjadi indikator bahwa Candi Bojongmenje berlatar belakang agama Hindu. Gaya dari candi ini pun relatif sederhana dan diperkirakan sejaman dengan gaya candi Jawa Tengah pada abad 7 - 8 Masehi. Candi Bojongmenje, terletak di RT 02, RW 02, Kampung Bojongmenje, Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Propinsi Jawa Barat.

« Previous12Next »

Friends

  • loading Loading…

 

onedimify's groups