mastok setyanto
225
photos
3
on Google Maps
views
Menuntut dalam kesederhanaan pola pikir dan perilaku Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi di antara bambu-bambu lainnya. Suatu hari sang petani berkata kepada bambu tersebut, ”Wahai bambu, maukah engkau kujadikan pipa saluran air untuk mengairi sawahku?” Bambu menjawab, ”Tentu aku mau bila dapat berguna bagi Tuan. Tapi apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran itu?" Kata sang petani, ”Pertama, aku akan menebangmu, lalu aku akan membuang cabang-cabang yang dapat melukai orang yang memegangmu. Lalu aku akan membelah-belah engkau sesuai keperluanku. Terakhir, aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, agar air dapat mengalir dengan lancar. Apabila sudah selesai, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air utk mengairi sawah, sehingga padi yang kutanam dapat tumbuh subur”. Mendengar hal itu, batang bambu terdiam cukup lama. Kemudian ia berkata, ”Tuan, aku akan merasa sangat sakit saat kau menebang, membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah batangku, dan pasti tak tertahankan sakitnya ketika engkau mengorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu?” Petani menjawab, ”Engkau pasti kuat melalui semua ini, karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah”. Akhirnya batang bambu itu menyerah dengan Iklas. Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yg dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawah, sehingga padi dapat tumbuh subur dan berbuah banyak. Pernahkah kita berpikir bahwa dengan tanggung jawab dan persoalan yang kita hadapi, Tuhan sedang memproses kita untuk menjadi indah dihadapanNya? Sama seperti batang bambu tadi, kita sedang ditempa. Tapi jangan kuatir, kita pasti kuat karena Tuhan takkan memberi beban yang tak mampu kita pikul. Jadi maukah kita berserah pada kehendak Tuhan? Biarkan Dia bebas berkarya di dalam diri kita untuk menjadikan kita alat yang berguna bagi sesama kiat seorang Begawan tampo UNI dengan sebatang bambu........

mastok setyanto's conversations

Allah menciptakan ini semua untuk manusia. Saya suka

mantap nasi bakar nya

baktisosial di pangandaran setelah diTerjang Stunami

sip kan jalan sama teman fotografer

Friends

  • loading Loading…

 

mastok setyanto's groups