abdul affandi
252
photos
249
on Google Maps
views
CAKRA - BURUH NEGARA di MARI. Kebangsaan, nasionalis, Pancasilais, dan agamais.

abdul affandi's conversations

ALEK NAGARI PACUAN KUDA MINANG DERBY JAKARTA 2013 GELANGGANG PACU KUDA PULOMAS JAKARTA, 5 MEI 2013 By. Aguspen Adnan “kalau ndak kito basamo mamajukan pacu kudo nagari kito, siapo pulo lai”, demikian ucap pak Syafzali Bk (Uda Caow) Senin (29 April 2013) saat melakukan persiapan akhir pacuan kuda Minang Derby ke 4 tahun 2013 di gelanggang Pulo Mas Jakarta Timur. Pacuan kuda Minang Derby merupakan bagian acara pacuan kuda dari kalender tetap pacuan kuda tahunan PP Pordasi, dimana Pengda Pordasi Sumbar sebagai Sponsor Utamanya. Kebanggaan yang tak terhingga masyarakat Sumbar dimana Pordasi Sumbar sebagai Tuan Rumah Pacuan Kuda Tingkat Nasional di Kota Jakarta. Pacuan kuda Minang Derby’13 bersamaan dengan Champion Triple Crown seri II dari 3 seri pemuncak Indonesia Derby’13 bulan Juli mendatang. Direncanakan pacu kuda Minang Derby’13 akan dibuka resmi Wakil Gubernur Sumatera Barat bapak H. Muslim Kasim jam 9.00 wib di gelanggang pacu kuda Pulo Mas Jakarta pada hari Minggu, 5 Mei 2013. Dari daftar tamu yang direalist datang diantaranya Menteri Dalam negeri Gumawan Fauzi dan Kepala Daerah Kabupaten dan Kota beserta tokoh Sumbar dan live TVRI. Top Horse Race Minang Derby’13 memperebutkan hadiah Rp.120 juta beserta piala tetap dan bergilir dari Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar. Hadiah dan piala 11 race lainnya memperebutkan hadiah dan piala tetap dari dan akan diserahkan langsung Kepala daerah Kabupaten dan Kota Payakumbuh-50 Kota, Agam-Bukittinggi, Tanah Datar-Padang Panjang, Sawahlunto, Solok & Kab. Solok, Dhamasraya dan piala Ketua Umum PP Pordasi. Total biaya penyelenggaraan Minang Derby’13 hampir mencapai Rp.800juta & 102 kuda peserta dari provinsi Maluku Utara, Sulut, Kalimantan Selatan, NTT, NTB, Jatim, Jateng, DIY, Jabar, DKI Jakarta, Riau, Sumut dan tuan rumah Sumbar sudah berdatangan dari tempat TC masing-masing di Pulo Mas Jakarta. Diantaranya Bogor, Suka Bumi, Lembang, Arcamanik, Sumedang, Bantul, Tegal Waton, Tretes, Tompaso, Pamulang, Kubu Gadang, Bukit Ambacang, Ampang Kualo, Kandih dan Pekan Baru. Kuda TC gelanggang Sumbar sudah On Fire di Pulo Mas, diantaranya Neimar dari Solok, Permata Sartika Batusangkar, Golden Red Bukittinggi, Nabil, Wizaan Sawahlunto, Sinar Taeh, Stoner, Kliwon Payakumbuh, ditambah Saabil Sawahlunto/Lembang, Mata Nagari, Raja Nagari, Suko Nagari Sukabumi dan Tahlia Princess, Happy Sangir, Rembulan Merapi, Mayang Merapi Pulo Mas/Bogor, total 14 ekor. Suatu kebanggaan dari catatan peserta Minang Derby’13 ada 12 ekor kuda hasil dari peternakan/darah keturunan Sumbar yang diandalan provinsi lain, diantaranya Menepede, Voodoo, Berbatov, Ratu Selatan Maluku Utara, Jatim dengan Berlian Minang, Valentino Rossi, Putri Panggung, Dewi Anugerah, Cahaya Lilin Sumbar, Soponyono & Kalsel dengan Binuang Muda dan Absolute Pikatan dari DIY. Champion Triple Crown seri 2 piala Minang Derby’13 menempuh jarah 1.600m, Sumbar mengandalkan kuda Neimar, Permata Sartika dan Saabil. Kuda Saabil milik Asrijal, SE (Sawahlunto Stable) adalah kuda juara champion Triple Crown seri 1 bulan Maret lalu berjarak 1.200m di Pulo Mas Jakarta. Jika seandainya kuda Saabil bisa menjuarai seri 2 jarak 1.600m ini, kuda Saabil tinggal mempertahankannya pada seri 3 Indonesia Derby’ 13 bulan Juli mendatang dengan jarak tempuh 2.000m di Pulo Mas Jakarta. Jika itu terjadi makin kembali Indonesia menorehkan sejarah emas kuda pacu tercepat dan terkuat dari Sumatera Barat. Dari catatan 35 tahun terakhir baru hanya 1 ekor kuda yang bisa menjuarai Champion Triple Crown Indonesia ini (jarak 1.200m, 1.600m dan 2.000m), yaitu kuda betina Manik Trisula tahun 2002 dari Sumbar milik Trisa Y. Febrius (Arca Stable - Penggelola ir. Febrius Abu Bakar). Prestasi kuda sumbar lainnya selama mengikuti Champion Tiple Crown ini baru bisa menjuarai 2 kelas berturut jarak 1.200m dan 1.600m dan gagal di 2.000m yaitu kuda betina Permata Asmara hasil ternak Payakumbuh tahun 2010 dan kuda Sutan Agogo hasil ternak Bukittinggi pemilik Kalimantan Selatan tahun 2011. Di akhir perjumpaan dengan pak Caow sebagai Wakil Ketua Pelaksana Pacuan Kuda Minang Derby’13 yang ke 4 berharap penuh kepada pemerintahan Gubernur provinsi Sumbar dan kepala-kepala daerah di Sumbar, mari kita dukung penuh dan kita kembang lestarikan kuda di Sumatera Barat program kerja Pordasi dan Pengda Pordasi Sumbar. “Caliaklah, urang kudo di Indonesia banyak nan ba kiblat ka tampek awak (Sumbar/Minangkabau) ma adu kudo dari jawa, mambali kudo katampek kito dibaoknyo sampai ka manado jo Sumbawa, harusnyo iko dicaliak perhatikan sebagai sumber daya daerah nan harusnyo dek kapalo daerah kito dikembangkan dan di tingkekkan jo penambahan pembuatan gelanggang pacu kudo baru standart nasional jo penambahan pejantan apak kudo di tiok daerah sentra kudo jo pelatihan peningkatan sumber daya groom, joki dan pelatih oleh koni Sumbar . Pacu kudo ndak bisa lupo urang do, inyo juo (Pemerintahan/Kepala Daerah/tokoh) nan kadisabuik urang elok dek generasi kito nantinyo”. Yoo,,, da Caoowww.. (Aguspen Adnan, Jakarta, 1 May 2013.)

Friends

  • loading Loading…

 

abdul affandi's groups